Banyak perusahaan pest control menetapkan harga kontrak berdasarkan harga pesaing atau perkiraan. Masalahnya, setiap lokasi memiliki luas, tingkat infestasi, akses, dan jarak yang berbeda. Tanpa perhitungan per kunjungan, kontrak bisa terlihat ramai tetapi margin terus menipis.
1. Hitung biaya tenaga kerja per kunjungan
Kalikan jumlah teknisi dengan durasi kerja dan biaya per jam, termasuk waktu perjalanan. Biaya per jam sebaiknya mencakup gaji, tunjangan, BPJS, dan waktu tidak produktif seperti menunggu akses lokasi.
2. Hitung bahan kimia dan perlengkapan
Gunakan data pemakaian aktual dari kunjungan sebelumnya untuk jenis lokasi yang serupa. Tambahkan umpan tikus, perangkap, lem, dan alat pelindung diri yang habis pakai.
3. Masukkan transportasi
Bahan bakar, parkir, tol, dan penyusutan kendaraan sering terlupakan. Untuk lokasi jauh, pertimbangkan menggabungkan jadwal dengan pelanggan di area yang sama.
4. Tentukan frekuensi kunjungan
Restoran dan pabrik makanan biasanya membutuhkan kunjungan lebih sering daripada kantor. Hitung total kunjungan per tahun, termasuk kunjungan tambahan yang sudah termasuk dalam kontrak saat ada komplain.
5. Tambahkan overhead dan margin
Overhead mencakup admin, supervisor, sewa kantor, software, dan izin usaha. Setelah semua biaya per tahun diketahui, tambahkan margin, lalu bagi menjadi tagihan bulanan.
6. Evaluasi kontrak setiap periode
Bandingkan harga kontrak dengan biaya aktual dari laporan kunjungan: durasi kerja, bahan yang dipakai, dan jumlah kunjungan tambahan. Kontrak yang ternyata merugi dapat dinegosiasikan ulang saat perpanjangan dengan data yang jelas.
Di Connect Pest, quotation, kontrak, kunjungan, pemakaian bahan kimia, dan invoice saling terhubung, sehingga profitabilitas setiap kontrak dapat dipantau.