Inventaris

Manajemen Spare Part untuk Service Center dan Tim Repair

Detail teknisi dan pemakaian spare part pada pekerjaan repair

Spare part sering menjadi penyebab pekerjaan repair tertunda. Masalahnya bukan selalu karena stok habis, tetapi karena data stok tidak menunjukkan lokasi, barang sudah dibawa teknisi lain, atau komponen belum direservasi untuk work order tertentu.

Gunakan kode dan lokasi stok yang konsisten

Setiap komponen perlu mempunyai kode, nama, kompatibilitas, satuan, dan lokasi. Pisahkan stok gudang pusat, cabang, kendaraan, teknisi, barang rusak, dan barang retur agar angka tersedia benar-benar dapat digunakan.

Hubungkan komponen dengan work order

Reservasi spare part ketika diagnosis disetujui. Saat teknisi menggunakan komponen, stok berkurang berdasarkan work order sehingga biaya dan histori perbaikan tercatat. Barang yang tidak terpakai harus dikembalikan melalui transaksi retur.

Kelola transfer dan permintaan teknisi

Permintaan barang perlu menunjukkan teknisi, tiket, jumlah, dan urgensi. Transfer antar cabang harus memiliki status dikirim dan diterima agar stok tidak hilang di perjalanan.

Tentukan reorder berdasarkan pemakaian

Minimum stock saja tidak cukup. Gunakan histori konsumsi, lead time pemasok, tingkat kegagalan produk, dan rencana preventive maintenance. Komponen mahal dapat dikelola berbeda dari consumable yang sering digunakan.

Laporan yang berguna

  • Komponen paling sering digunakan berdasarkan produk dan jenis kerusakan.
  • Stok tidak bergerak dan mendekati batas penyimpanan.
  • Selisih stok per lokasi atau teknisi.
  • Work order tertunda karena spare part.
  • Nilai pemakaian komponen per pekerjaan, pelanggan, atau kontrak.

Integrasi inventaris dan layanan tersedia dalam aplikasi ERP perusahaan jasa dan service center.

Spare PartInventarisRepair

← Kembali ke semua artikel

Rapikan Operasional Perusahaan Jasa Anda

Hubungkan pelanggan, work order, teknisi, inventaris, SLA, invoice, dan laporan dalam satu sistem.

Minta Demo JasaConnect